first travel

KASUS FIRST TRAVEL YANG TIDAK JADI MEMBERANGKATKAN PULUHAN RIBU JAMAAH UMRAH

Perseroan Terbatas FIRST TRAVEL

First Travel|Dalam praktek banyak perusahaan yang sering di jumpai berbentuk perseroan terbatas. Perseroan terbatas adalah suatu badan usaha untuk menjalankan suatu usaha dengan modal yang terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Model bisnis ini yang paling lazim dilakukan sehingga dapat dipastikan badan usaha yang paling banyak dijalankan adalah Perseroan Terbatas dibandingkan dengan badan usaha lainnya. Salah satu nya yaitu First Travel

Sebelum berlanjut apa kalian tau apa itu First Travel ? First Travel merupakan sebuah perseroan terbatas yang bergerak dibidang biro penyelengaraan ibadah umrah. Perusahaan ini bergerak dalam penyelenggaraan ibadah umrah swasta yang berjenis ongkos naik haji plus. Yang dimaksud disini yaitu berupa plus pelayanan dalam hal penginapan, transportasi, maupun konsumsi. Para jamaah umrah di sediakan penginapan di hotel bintang empat dan lima,  makanan dengan menu masakan internasional, transportasi full AC yang siap mengantarkan jamaah baik ketika pemberangkatan maupun ketika sudah sampai di tanah suci dan para pembimbing ibadah yang dengan setia dan tekun membimbing parah jamaah dalam melakukan ibadah.

Dengan niat ikhlas serta tujuan ingin memudahkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh umat muslim yang berminat melaksanakan ibadah umrah di Indonesia, akhirnya Perusahaan First Travel ini membuat suatu formulasi perhitungan agar biaya umrah dapat terjangkau dengan sistem pembayaran yang mudah bagi seluruh lapisan masyarakat, ditengah kondisi ekonomi yang sedang melesuh.

Pada tahun 2009 sampai tahun 2017 kegiatan mengantarkan jamaah umrah ke tanah suci berjalan dengan lancar. Namun, baru beberapa bulan berjalan di tahun 2017 perusahaan First Travel dikabarkan mengalami masalah di bulan Maret. Para jamaah yang seharusnya berangkat pada bulan Mei tahun 2017 mengalami penundaan dan belum mendapatkan kepastian dengan keberangkatan para calon jamaah. Padahal para jamaah sudah melunasi pembayaran dari dua tahun sebelumnya.

Berdasarkan penelusuran sementara uang yang di setorkan jamaah untuk ibadah umrah digunakan untuk investasi, seperti membeli rumah mewah, mobil mewah, barang-barang pribadi yang ber merek dan sebagaian dana perusahaan First Travel diinvestasikan oleh pemiliknya dalam bentuk pembelian saham perusahaan dan valuta asing (valas). Karena First Travel bisnis yang bergerak di bidang travel ke luar negeri jadi ada juga yang disimpan oleh pimpinan perusahaan dalam bentuk valuta asing lalu ada yang bentuk asuransi dan surat berjangka. Nilai transaksi untuk pembelian barang-barang pribadi pihak perusahaan First Travel terbilang sangat fantastis.

Bentuk- bentuk perbuatan yang dilakukan seharusnya tidak dilakukan oleh seorang direktur besar PT First Travel. seharusnya Direktur dituntut untuk bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan, serta mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Tugas dan fungsi utama dari Dewan Komisaris dan Direktur pada dasarnya adalah wajib menjalankan dan melaksanakan pengurusan perseroan. Jadi, perseroan diurus, dikelola dan di manage oleh organ yang mengurus perseroan tersebut yaitu Dewan Direksi dan Direktur.

Oleh karena itu, Tema pada artikel kali ini kita diminta untuk mengulik sebuah permasalahan yang terjadi baru baru ini yaitu tentang penipuan orang orang yang ingin berangkat umrah dengan menjanjikan akan berangkat ketanah suci dengan harga yang relatif murah yang dilakukan oleh perusahaan  First Travel. Kasus seperti ini sangat sering terjadi di Indonesia terlebih kebanyakan dari korban yaitu orang-orang yang kurang mampu yang lebih gampang di kelabuhi oleh orang orang yang haus akan uang. Mengenai First Travel saya mengetahui First Travel ini dari sebuah social media ketika salah satu korban First Travel di undang oleh program televisi Indonesia Lawyers Club (ILC)  TV one .

Polemik kasus First Travel yang tidak dapat memberangkatkan puluhan ribu jamaah umroh tidak hanya gagal berangkat ketanah suci jamaah juga harus merelakan uang nya karena di beritakan sebelumnya putusan mahkamah agung mengungkapkan aset First Travel yang tidak lain adalah uang jamaah di rampas Negara. Berita ini banyak menyisakan cerita baru terlebih korban yang diundang di Indonesia Lawyers Club adalah seorang penjual nasi uduk yang bernama Ibu Eli.

Ibu eli mengungkapkan pendapat dan rasa harunya ketika diskusi di ILC. Ibu eli merasa heran dan kebingungan kenapa aset First Travel di sita oleh pemerintah sedangkan beliau mengumpulkan uang tersebut dengan ber susah payah melalui uang hasil penjualan nasi uduk yang sudah ia kumpulkan selama bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah di tanah suci dengan ibu nya. Namun, ketika ibu Eli bertanya kapan mereka berangkat, pihak First Travel selalu beralasan dan selalu menunda keberangkatannya.

Hingga akhirnya pihak First Travel meminta sejumlah uang tambahan agar jadwal keberangkatan ibu Eli dan Ibunya dapat dipercepat. Pihak First Travel meminta tambahan sebesar 2,5 juta sehingga ibu Eli harus membayar sebanyak 5 juta untuk berdua. Tapi apa yang terjadi ? lagi lagi First Travel tidak jadi memberangkatkan beliau. Ia mengungkapkan selama ini telah berusaha mencari keadilan, ia mencari keadilan agar uang nya yang sangat berharga bagi hidupnya itu di kembalikan karena bagaimana pun juga beliau hanyalah seorang penjual nasi uduk yang penghasilan nya tidak seberapa. Perjuangan beliau menjual nasi uduk hanya demi keberangkatan dirinya dan ibunya. Beliau berkali-kali melakukan persidangan demi mendapatkan keadilan pada waktu itu. hingga akhirnya ibu dari Ibu Eli menghembuskan nafas terakhirnya dengan harapan bisa menunaikan ibadah namun akhirnya tidak terjadi karena ulah pihak pihak yang tidak mau bertanggung jawab. Sampai detik terakhir sebelum meninggal, dia selalu menanyakan bagaimana hasilnya? Bagaimana hasilnya ? karena dia ingin sekali melihay Ibu Eli sebagai anak nya berangkat umrah.

Ia berharap aparat dan pihak berwenang mampu menghasilkan kebijakan untuk mengembalikan uang para jamaah yang telah tertipu. Ibu Eli berharap pijhak terkait yang menanganangi kasus ini untu melihat perjuangan calon jamaah yang berjuang keras untuk mendapatkan uang.

Jika benar uang tersebut di serahkan kepada pemerinta Ibu Eli mengatakan tidak ikhlas atas uang nya karena beliau mencari uang tersebut dengan bersusah payah karena beliau bukan lah orang yang mampu.

Kisah Ibu Eli ini sempet viral di semua jejaring internet dan media sosial banyak orang yang respect dan menuntut pihak di balik oknum oknum nakal ini. Sampai akhirnya berita ini terdengar oleh salah satu ustadz di Indonesia yaitu Ustadz Yusuf Mansur. Ustadz Yusuf Mansur terharu mendengar cerita Ibu Eli dan menjanjikan akan memberangkat Ibu Eli ke tanah suci. Ustadz Yusuf Mansur juga mendoakan seluruh korban untuk bersabar dan insya allah semua itu akan di ganti dengan berkali-kali lipat banyaknya.

Selain kasur dari Ibu Eli ini mungkin sangat banyak sekali kasur lain yang mungkin sama persis karena haus akan uang orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan orang-orang yang kurang paham akan biaya naik pesawat, biaya sewa hotel , maupun semua biaya keperluan ketanah suci mereka hanya diberi janji dan janji bukan bukti sampai akhirnya uang mereka hilang tidak dan tidak dikembalikan.

BIRO UMROH TERPERCAYA

Perseroan Terbatas FIRST TRAVEL

Dalam praktek banyak perusahaan yang sering di jumpai berbentuk perseroan terbatas. Perseroan terbatas adalah suatu badan usaha untuk menjalankan suatu usaha dengan modal yang terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Model bisnis ini yang paling lazim dilakukan sehingga dapat dipastikan badan usaha yang paling banyak dijalankan adalah Perseroan Terbatas dibandingkan dengan badan usaha lainnya. Salah satu nya yaitu First Travel

Sebelum berlanjut apa kalian tau apa itu First Travel ? First Travel merupakan sebuah perseroan terbatas yang bergerak dibidang biro penyelengaraan ibadah umrah. Perusahaan ini bergerak dalam penyelenggaraan ibadah umrah swasta yang berjenis ongkos naik haji plus. Yang dimaksud disini yaitu berupa plus pelayanan dalam hal penginapan, transportasi, maupun konsumsi. Para jamaah umrah di sediakan penginapan di hotel bintang empat dan lima,  makanan dengan menu masakan internasional, transportasi full AC yang siap mengantarkan jamaah baik ketika pemberangkatan maupun ketika sudah sampai di tanah suci dan para pembimbing ibadah yang dengan setia dan tekun membimbing parah jamaah dalam melakukan ibadah.

Dengan niat ikhlas serta tujuan ingin memudahkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh umat muslim yang berminat melaksanakan ibadah umrah di Indonesia, akhirnya Perusahaan First Travel ini membuat suatu formulasi perhitungan agar biaya umrah dapat terjangkau dengan sistem pembayaran yang mudah bagi seluruh lapisan masyarakat, ditengah kondisi ekonomi yang sedang melesuh.

Pada tahun 2009 sampai tahun 2017 kegiatan mengantarkan jamaah umrah ke tanah suci berjalan dengan lancar. Namun, baru beberapa bulan berjalan di tahun 2017 perusahaan First Travel dikabarkan mengalami masalah di bulan Maret. Para jamaah yang seharusnya berangkat pada bulan Mei tahun 2017 mengalami penundaan dan belum mendapatkan kepastian dengan keberangkatan para calon jamaah. Padahal para jamaah sudah melunasi pembayaran dari dua tahun sebelumnya.

Berdasarkan penelusuran sementara uang yang di setorkan jamaah untuk ibadah umrah digunakan untuk investasi, seperti membeli rumah mewah, mobil mewah, barang-barang pribadi yang ber merek dan sebagaian dana perusahaan First Travel diinvestasikan oleh pemiliknya dalam bentuk pembelian saham perusahaan dan valuta asing (valas). Karena First Travel bisnis yang bergerak di bidang travel ke luar negeri jadi ada juga yang disimpan oleh pimpinan perusahaan dalam bentuk valuta asing lalu ada yang bentuk asuransi dan surat berjangka. Nilai transaksi untuk pembelian barang-barang pribadi pihak perusahaan First Travel terbilang sangat fantastis.

Bentuk- bentuk perbuatan yang dilakukan seharusnya tidak dilakukan oleh seorang direktur besar PT First Travel. seharusnya Direktur dituntut untuk bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan, serta mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Tugas dan fungsi utama dari Dewan Komisaris dan Direktur pada dasarnya adalah wajib menjalankan dan melaksanakan pengurusan perseroan. Jadi, perseroan diurus, dikelola dan di manage oleh organ yang mengurus perseroan tersebut yaitu Dewan Direksi dan Direktur.

Oleh karena itu, Tema pada artikel kali ini kita diminta untuk mengulik sebuah permasalahan yang terjadi baru baru ini yaitu tentang penipuan orang orang yang ingin berangkat umrah dengan menjanjikan akan berangkat ketanah suci dengan harga yang relatif murah yang dilakukan oleh perusahaan  First Travel. Kasus seperti ini sangat sering terjadi di Indonesia terlebih kebanyakan dari korban yaitu orang-orang yang kurang mampu yang lebih gampang di kelabuhi oleh orang orang yang haus akan uang. Mengenai First Travel saya mengetahui First Travel ini dari sebuah social media ketika salah satu korban First Travel di undang oleh program televisi Indonesia Lawyers Club (ILC)  TV one .

Polemik kasus First Travel yang tidak dapat memberangkatkan puluhan ribu jamaah umroh tidak hanya gagal berangkat ketanah suci jamaah juga harus merelakan uang nya karena di beritakan sebelumnya putusan mahkamah agung mengungkapkan aset First Travel yang tidak lain adalah uang jamaah di rampas Negara. Berita ini banyak menyisakan cerita baru terlebih korban yang diundang di Indonesia Lawyers Club adalah seorang penjual nasi uduk yang bernama Ibu Eli.

Ibu eli mengungkapkan pendapat dan rasa harunya ketika diskusi di ILC. Ibu eli merasa heran dan kebingungan kenapa aset First Travel di sita oleh pemerintah sedangkan beliau mengumpulkan uang tersebut dengan ber susah payah melalui uang hasil penjualan nasi uduk yang sudah ia kumpulkan selama bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah di tanah suci dengan ibu nya. Namun, ketika ibu Eli bertanya kapan mereka berangkat, pihak First Travel selalu beralasan dan selalu menunda keberangkatannya.

Hingga akhirnya pihak First Travel meminta sejumlah uang tambahan agar jadwal keberangkatan ibu Eli dan Ibunya dapat dipercepat. Pihak First Travel meminta tambahan sebesar 2,5 juta sehingga ibu Eli harus membayar sebanyak 5 juta untuk berdua. Tapi apa yang terjadi ? lagi lagi First Travel tidak jadi memberangkatkan beliau. Ia mengungkapkan selama ini telah berusaha mencari keadilan, ia mencari keadilan agar uang nya yang sangat berharga bagi hidupnya itu di kembalikan karena bagaimana pun juga beliau hanyalah seorang penjual nasi uduk yang penghasilan nya tidak seberapa. Perjuangan beliau menjual nasi uduk hanya demi keberangkatan dirinya dan ibunya. Beliau berkali-kali melakukan persidangan demi mendapatkan keadilan pada waktu itu. hingga akhirnya ibu dari Ibu Eli menghembuskan nafas terakhirnya dengan harapan bisa menunaikan ibadah namun akhirnya tidak terjadi karena ulah pihak pihak yang tidak mau bertanggung jawab. Sampai detik terakhir sebelum meninggal, dia selalu menanyakan bagaimana hasilnya? Bagaimana hasilnya ? karena dia ingin sekali melihay Ibu Eli sebagai anak nya berangkat umrah.

Ia berharap aparat dan pihak berwenang mampu menghasilkan kebijakan untuk mengembalikan uang para jamaah yang telah tertipu. Ibu Eli berharap pijhak terkait yang menanganangi kasus ini untu melihat perjuangan calon jamaah yang berjuang keras untuk mendapatkan uang.

Jika benar uang tersebut di serahkan kepada pemerinta Ibu Eli mengatakan tidak ikhlas atas uang nya karena beliau mencari uang tersebut dengan bersusah payah karena beliau bukan lah orang yang mampu.

Kisah Ibu Eli ini sempet viral di semua jejaring internet dan media sosial banyak orang yang respect dan menuntut pihak di balik oknum oknum nakal ini. Sampai akhirnya berita ini terdengar oleh salah satu ustadz di Indonesia yaitu Ustadz Yusuf Mansur. Ustadz Yusuf Mansur terharu mendengar cerita Ibu Eli dan menjanjikan akan memberangkat Ibu Eli ke tanah suci. Ustadz Yusuf Mansur juga mendoakan seluruh korban untuk bersabar dan insya allah semua itu akan di ganti dengan berkali-kali lipat banyaknya.

Selain kasur dari Ibu Eli ini mungkin sangat banyak sekali kasur lain yang mungkin sama persis karena haus akan uang orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan orang-orang yang kurang paham akan biaya naik pesawat, biaya sewa hotel , maupun semua biaya keperluan ketanah suci mereka hanya diberi janji dan janji bukan bukti sampai akhirnya uang mereka hilang tidak dan tidak dikembalikan.

Semoga kita semua terhindar dari orang-orang yang berniat buruk kepada kita dan allah selalu menyertai kita kebaikan dan keberkahan di setiap harinya lalu, untuk semua orang yang telah menjadi korban semoga diberikan ketabahan dan diberikan rezeki yang lebih di setiap usahanya. aamiin

Semoga kita semua terhindar dari orang-orang yang berniat buruk kepada kita dan allah selalu menyertai kita kebaikan dan keberkahan di setiap harinya lalu, untuk semua orang yang telah menjadi korban semoga diberikan ketabahan dan diberikan rezeki yang lebih di setiap usahanya. aamiin

Tinggalkan Balasan