tata cara umroh

MENGKAJI BEBERAPA HIKMAH IBADAH UMRAH

    Travel Umroh Terpercaya | Banyak dari kita tekah mengetahui semua hal tentang ibadah umroh. Dari rukun – rukunnya dan waktu pelaksaannya. Saya akan mencoba untuk menyampaikan sedikit hikmah dari rukun rukun dan waktu pelaksanaan umroh. Semoga artikel ini akan menambah wawasan dan keimanan kita kepada Allah SWT.

Waktu Pelaksanaan Ibadah Umroh

         Ibadah umroh sering kita sebut dengan ibadah haji kecil, karena ibadah umroh dilaksanakan tidak selama pelaksanaan ibadah haji. Ibadah umroh hanya di lakukan kurang lebih 9 hari dan tidak terikat oleh waktu seperti ibadah haji yang harus dialkukan pada 8 dzulhijjah sampai dengan 12 dzulhijjah karena ibadah umroh tidak di wajibkan melakukan rukun wukuf di Arafah, yang wajib dilakukan pada 9 Zulhijah.

Rukun – Rukun Ibadah Umroh

Rukun pada ibadah umroh berbeda dengan rukun pada ibadah haji karena ada beberapa hal yang tidak di lakukan dalam pelaksanaan ibadah umroh dan di wajibkan dalam ibadah haji yaitu sebagai berikut :

  • Niat Ihram

Rukun Umroh yang pertama yaitu Ihram. Ihram adalah niat untuk melaksakan ibadah umroh dengan mengucapkan talbiyah. Talbiyah adalah wujud suatu pekerjaan untuk memenuhi panggilan Allah dan berserah diri secara utuh kepada Nya. Membaca talbiyah harus terus menerus artinya terus di ucapkan di mulut juga di hayati dalam hati. Sangat sedarhana untuk diucapkan tetapi tidak mudah untuk dihayati secara maksimal. Mungkin bisa terjadi dimana talbiyah hanya berlaku dimulut saja,  dengan berpakaian ihram dan tidak melanggar larangan-larangan dalam berihram. Sesuatu yang jauh lebih penting adalah bertalbiyah dalam hati dengan kepasrahan. Datang untuk menyerahkan jiwa dan raga, siap diperlakukan apa saja oleh Allah, tanpa keluhan.

Untuk kaum Adam talbiyah di ucapkan dengan suara lantang sedangkan bagi kaum Hawa pengucapan talbiyah dilakukan dengan pelan. Selama melakukan ihram perbanyaklah membaca talbiyah, dzikir dan istighfar.

            Untuk Pakaian yang dikenakan pada saat niat Ihram yaitu bagi laki-laki menggunakan pakaian putih tidak berjahit sebanyak dua helai yang di gunakan pada bagian atas dan bawah. Sedangkan untuk perempuan menggunakan pakaian yang menutup aurat kebanyakan perempuan menggunakan pakaian berwarna putih dan disaat tertentu tidak di perkenankan menggunakan sarung tangan dan cadar. Pakaian ihroam berwarna putih ini mrlambangkan kesucian dan menunjukkan kepasrahan kepada Allah SWT karena pada dasarnya semua manuasia itu sama.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya semua manusia terkhusus yang sudah melaksanakan ibadah haji atau umroh tidak lagi mempunyai sifat sombong / membanggakan diri. Karena sesungguhnya semua umat manusia di dunia ini menggantungkan diri hanya kepada Allah SWT semata.

  • Thawaf

Rukun Umroh yang kedua yaitu thawaf. Thawaf adalah suatu kegiatan Ibadah yang dilakukan dengan cara mengitari ka’bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama dilakukan dengan lari-lari kecil (jika mampu) dan untuk putaran ke empat sampai tujuh dilakukan dengan berjalan biasa. Thawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad dengan menjadikan Baitullah disebelah kiri.

Thawaf sendiri melambangkan sebuah proses perjuangan dalam menggapai suatu tujuan. Hal ini diharapkan agar kita selalu mengingat allah dalam setiap proses yang kita lakukan.

  • Sa’i antara Shafa dan Marwah

Sa’i adalah perjalanan berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit marwah. Rukun yang ketiga ini menirukan apa yang dilakukan siti hajar yaitu ketika mencari air untuk anak nya yang tidak lain yaitu nabi ismail. Waktu itu mereka dalam keadaan kehausan tetapi tidak ada air sama sekali karena mereka berada di padang pasir yang tandus. Akhirnya setelah melewati perjuangan tujuh kali maka, perjuangan, pengorbanan, tawakal pasrah kepada Allah SWT atas kehendak Allah keluarlah air yang menurut riwayat air tersebut keluar dari kaki nabi ismail ketika menyentuh pasir. Air tersebut diberi nama air zam- zam yang artinya air yang banyak sehingga air tersebut masih ada sampai saat ini.

Hikmah yang kita dapatkan dari rukun umroh ketiga yaitu ketika kita sedang mendapatkan cobaan dan menginginkan sesuatu maka berusahalah dan berserah diri lah kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya allah maha pemberi bagi hambanya yang meminta.

Tetapi apakah kalian bertanya- tanya mengapa harus peristiwa siti hajar yang dijadikan rukun haji dan umroh? Kenapa bukan kejadian besar seperti perang yang menyebabkan banyak pengorbanan nya? Mari kita bahas sedikit mengenai ini.

Sejarah Islam menjelaskan bahwa awal mula susunan peristiwa untuk membangun kembali ka’bah yang dilakukan oleh nabi Ismail dan Ibrahim, diawali dari lahirnya nabi Ismail. Pada awal perjalanannya, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim melalaui mimpi untuk meninggalkan Siti Hajar istrinya bersama Nabi Ismail anaknya di sebuah padang pasir yang kering. Untuk melindungi anaknya yang masih bayi dari kelaparan dan kehausan Siti Hajar mencari air dengan segala pengorbanan dan usahanya, beliau berlari-lari kecil bolak-balik tujuh kali dari bukit shafa ke bukit marwah. Setelah kejadian tersebut keluarlah air zam-zam lalu Nabi Ibrahim bertemu lagi dengan anak nya, setelah dipertemukan keluarnya perintah untuk menyembelih Nabi Ismail yang sampai sekarang diabadikan sebagai ibadah kurban, sampai akhirnya Allah memerintahkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk membangun kembali ka’bah. Dan di bangunnya kembali ka’bah tidak dilakukan oleh sembarang orang tetapi dilakukan oleh orang yang telah lulus dari ujian yang Allah berikan. Peristiwa demi peristiwa tersebut berawal dari perjuangan seorang perempuan yaitu Siti Hajar yang melindungi dan mendidik anaknya Nabi Ismail.

peristiwa tersebut menunjukkan kepada kita semua bahwa fondasi jiwa seseorang, rumah/keluarga, kampung, kota atau negara harus diawali kerja keras, melindungi, membimbing dan mendidik anak. Pekerjaan itu dilakukan sendiri oleh seorang ibu. Tidak diwakilkan kepada orang lain dan tidak dilakukan oleh seorang bapak. Ibu atau istri merupakan fondasi suatu rumah/keluarga.

Oleh karena itu, kejadian tersebut dijadikan rukun haji dan umroh karena hal yang di lakukan seorang ibu untuk anaknya tidak dapat di nilai oleh apapun.

Maha benar Allah yang telah menetapkan Sa’i antara Shafa dan Marwah sebagai kewajiban dalam ibadah haji dan umroh

  • Tahallul (Menggunting Rambut)

Rukun Umroh yang keempat yaitu Tahallul. Tahallul yaitu menghalalkan segala nya yang sebelumnya tidak di perbolehkan. Tahallul ditandai dengan memotong rambut. Bagi laki-laki rambutnya di potong tiga helai, bisa potong pendek atau di buat botak. Sedangkan untuk perempuan, rambut mereka dipotong secukupnya.

Tahallul dengan mencukur rambut ini melambangkan membuang kesialan atau dosa. sehingga di harapkan setelah umroh dan membuang semua dosa. kita akan lebih berhati hati dalam melangkah dan mengambil tindakan dalam kehidupan ini, dan tidak lagi dengan sengaja melakukan dosa kepada Allah SWT.

begitulah sedikit penjelasan tentang 4 rukun Umroh dan hikmahnya, jika kalian melaksanakan ibadah umroh jangan lupa untuk melakukan rukun umroh ini secara berurutan. Semoga semua yang telah saya tulis disini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah keimanan kita kepadanya.

Tinggalkan Balasan